Sunday, March 29, 2009

Filosofi Semut

FILOSOFI SEMUT Sudah bertahun-tahun saya mengajarkan anak-anak tentang konsep sederhananamun sangat hebat, yaitu Filosofi Semut. Semut mempunyai empat filosofiyang luar biasa. Yaitu:Pertama, semut tidak pernah menyerah. Bila anda menghalang-halangi danberusaha menghentikan langkah mereka, mereka selalu akan mencari jalan lain.Mereka akan memanjat ke atas, menerobos ke bawah atau mengelilinginya.Mereka terus mencari jalan keluar. Suatu filosofi yang bagus, bukan? Jangansekali-kali menyerah untuk menemukan jalan menuju tujuan anda.Kedua, semut menganggap semua musim panas sebagai musim dingin. Ini adalahcara pandang yang penting. Anda tidak boleh menjadi begitu naif denganmenganggap musim panas akan berlangsung sepanjang waktu. Semut-semutmengumpulkan makanan musim dingin mereka di pertengahan musim panas. Sebuahkisah kuno mengajarkan, "Jangan mendirikan rumahmu di atas pasir di musimpanas." Mengapa kita membutuhkan nasehat tersebut? Karena sangat pentingbagi kita untuk bersikap realitis. Di musim panas anda harus memikirkantentang halilintar. Anda seharusnya memikirkan badai sewaktu anda menikmatipasir dan sinar matahari. Berpikirlah ke depan.Ke tiga, semut menganggap semua musim dingin sebagai musim panas. Ini jugapenting. Selama musim dingin, semut mengingatkan dirinya sendiri, "Musimdingin takkan berlangsung selamanya. Segera kita akan melalui masa sulitini." Maka ketika hari pertama musim semi tiba, semut-semut keluar darisarangnya. Dan bila cuaca kembali dingin, mereka masuk lagi ke dalamliangnya. Lalu, ketika hari pertama musim panas tiba, mereka segera keluardari sarangnya. Mereka tak dapat menunggu untuk keluar dari sarang mereka.Terakhir, ke empat, seberapa banyak semut akan mengumpulkan makanan mereka di musim panas untuk persiapan musim dingin mereka? Semampu mereka! Filosofiyang luar biasa, filosofi "semampu mereka".Wow, seminar yang luar biasa! - seminar para semut.Jangan menyerah / Lihatlah ke depan / Bersikaplah positif / Lakukan sekuat tenaga anda.Demi kesuksesan Anda,

No comments:

Post a Comment